Apa itu Wine? Penjelasan Singkat Tentang Wine Dimulai Dari Sini
- Made Yudiastuti

- 23 Agu
- 4 menit membaca
Wine, Minuman yang Terlihat Misterius tapi Sebenarnya Sederhana
Wine sering kali terasa seperti minuman yang penuh misteri — botolnya elegan, labelnya indah, dan istilahnya kadang terdengar seperti puisi. Tapi pada dasarnya, wine hanyalah minuman yang dibuat dari fermentasi anggur. Itu saja. Tidak ada ramuan rahasia, tidak ada bubuk ajaib — hanya anggur, ragi, dan waktu. Namun, dalam kesederhanaan itulah tersimpan dunia rasa, budaya, dan sejarah yang begitu kaya.
Kalau kamu belum pernah mencicipi wine sebelumnya, jangan khawatir. Di akhir panduan ini, kamu akan mengerti dasar-dasar tentang apa itu wine, bagaimana cara membuatnya, dan mengapa minuman ini begitu memikat orang di seluruh dunia.

Definisi Sederhana tentang Wine
Pada intinya, wine adalah minuman beralkohol yang dibuat dengan memfermentasi jus anggur. Proses fermentasi terjadi ketika ragi — baik yang alami menempel di kulit anggur atau yang ditambahkan pembuat wine — mengonsumsi gula dari jus anggur dan mengubahnya menjadi alkohol serta karbon dioksida. Itulah alasan wine mengandung alkohol, dan mengapa rasanya bisa manis atau kering tergantung sisa gulanya.
Meski banyak buah bisa difermentasi, hampir semua wine dibuat dari anggur khusus bernama Vitis vinifera. Anggur ini lebih kecil, lebih manis, dan punya kulit lebih tebal dibanding anggur meja yang biasa kita beli di supermarket. Kombinasi gula, asam, dan tanin dari anggur inilah yang membuat rasa wine begitu kompleks.
Perjalanan Singkat dalam Sejarah
Wine sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Para arkeolog menemukan bukti produksi wine di Georgia kuno sekitar tahun 6.000 SM. Seiring waktu, wine menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak budaya — dari bangsa Yunani dan Romawi yang memuliakan wine dalam mitologi, hingga para biarawan abad pertengahan yang menyempurnakan teknik pembuatan wine di kebun anggur Eropa.
Hari ini, wine diproduksi hampir di seluruh penjuru dunia — dari bukit-bukit di Prancis dan Italia, hingga kebun anggur yang cerah di Australia, Chili, dan California. Setiap wilayah memberi ciri khasnya sendiri, sebuah konsep yang disebut terroir.
Empat Unsur Utama dalam Wine
Meskipun terdengar mewah, wine sebenarnya hanya dibuat dari beberapa hal sederhana:
Anggur – Titik awal segalanya. Jenis anggur yang berbeda memberi rasa berbeda. Cabernet Sauvignon, Chardonnay, Pinot Noir, Sauvignon Blanc — masing-masing punya karakter sendiri.
Ragi – Organisme kecil yang memakan gula dan menghasilkan alkohol, sekaligus memberi aroma tambahan.
Waktu – Wine bisa dibuat dalam hitungan minggu, atau disimpan bertahun-tahun agar rasanya makin kompleks.
Pilihan Pembuat Wine – Dari kapan anggur dipanen sampai cara wine disimpan, semua keputusan ini memengaruhi rasa akhir.
Bagaimana Wine Dibuat – Versi Penjelasan Sederhana
Proses membuat wine bisa sesederhana atau serumit yang diinginkan pembuatnya. Ini perjalanan singkat dari anggur ke gelas:
Panen – Anggur dipetik pada tingkat kematangan yang tepat, bisa dengan tangan atau mesin.
Penghancuran – Anggur dihancurkan perlahan untuk mengeluarkan jusnya. Untuk wine putih, jus langsung dipisahkan dari kulit. Untuk wine merah, kulit tetap dipakai agar memberi warna dan tanin.
Fermentasi – Ragi ditambahkan (atau dibiarkan alami) untuk mengubah gula menjadi alkohol.
Pematangan – Ada wine yang langsung dibotolkan agar segar, ada juga yang disimpan di tangki atau tong kayu ek agar lebih kompleks.
Pembotolan – Wine disaring, dimasukkan ke botol, dan siap dinikmati.
Sederhananya, seperti membuat roti — bahannya sama, tapi hasilnya bisa beragam sekali.
Jenis-Jenis Utama Wine
Mungkin kamu sudah pernah mendengar istilah “red” atau “white”. Itu adalah gaya dasar wine, dan masing-masing memberi pengalaman berbeda:
Red Wine – Dibuat dengan kulit anggur ikut difermentasi, sehingga memberi warna merah dan rasa tanin. Contoh: Merlot, Cabernet Sauvignon, Pinot Noir.
White Wine – Kulit anggur dipisahkan sebelum fermentasi, menghasilkan warna lebih terang dan rasa segar. Contoh: Chardonnay, Sauvignon Blanc, Riesling.
Rosé – Dibuat mirip red wine, tapi kulit hanya sebentar bersentuhan dengan jus, sehingga warnanya merah muda dengan rasa buah yang lembut.
Sparkling Wine – Mengandung gelembung karbonasi, baik alami (seperti Champagne) atau ditambahkan.
Dessert & Fortified Wines – Wine manis yang sering disajikan dengan dessert atau setelah makan. Contoh: Port, Sherry, Moscato.
Mengapa Rasa Wine Bisa Berbeda-Beda?
Dua botol wine bisa terasa sangat berbeda, bahkan jika berasal dari jenis anggur yang sama. Alasannya:
Jenis Anggur – Sauvignon Blanc dari New Zealand biasanya rasa tropis dan citrus, sementara dari Prancis bisa lebih segar seperti apel hijau dan herba.
Iklim – Anggur dari daerah hangat cenderung lebih manis dan matang, sedangkan dari daerah sejuk lebih segar dan asam.
Tanah & Terroir – Karakter tanah bisa menambah rasa mineral atau rempah halus.
Teknik Winemaking – Menggunakan tong kayu ek, tangki baja, lama penyimpanan, atau pencampuran akan memengaruhi rasa dan teksturnya.
Menikmati Wine Tanpa Rasa Minder
Kalau kamu baru mencoba wine, ingatlah bahwa kamu tidak perlu tahu semua detail untuk menikmatinya. Mulailah dengan sederhana. Pilih satu botol, tuang segelas kecil, lalu perhatikan apa yang kamu lihat, cium, dan rasakan. Apakah terasa fruity? Segar atau kuat? Kamu suka atau tidak? Itu yang paling penting.
Tidak perlu alat mewah. Satu gelas wine sederhana dan rasa penasaran sudah cukup. Semakin sering mencoba, semakin kamu mengenali pola rasa yang kamu sukai.
Wine Itu untuk Semua Orang
Wine sudah menjadi bagian dari sejarah manusia ribuan tahun lamanya karena wine memang dibuat untuk dinikmati bersama. Kamu tidak harus jadi sommelier atau menghafal semua daerah wine untuk bisa menghargainya, kecuali memang mau jadi ahli.
Baik itu segelas di makan malam istimewa, atau tegukan pertama di kebun anggur, wine adalah tentang koneksi — dengan tanah, dengan orang yang membuatnya, dan dengan momen yang sedang kamu jalani.
Jadi, lain kali kalau mendengar orang bicara soal wine, ingatlah bahwa pada dasarnya, wine hanyalah anggur yang difermentasi. Keindahannya ada pada variasi, cerita, dan kebahagiaan yang diberikannya kepada siapa pun yang meminumnya.




Komentar